Minggu, 12 Maret 2017

(TULISAN 1) AKUNTANSI INTERNASIONAL

Nama Anggota Kelompok :
  • Herlita (24213078)
  • Savitri Rahmannisa (28213323)
  • Siti Khaerunnisa (28213557)
1. Definisi dari Pasar Modal dan arti perkembangannya bagi para pelaku pasar modal!
 
·    Pasar modal menurut UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Pasal 1 Ayat (12) adalah kegitan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan Perdagangan efek. Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.  
·    Sejarah pasar modal berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi Negara-negara maju sejak abad pertengahan. Tata aturan dalam beraktivitas di pasar modal berkembang sejalan dengan pergerakan ekpansi dan kolonialisme ekonomi Bangsa-bangsa Eropa di Asia, Amerika Tengah dan Selatan. Pada masa itu Perkembangan aktivitas perekonomian di titik beratkan pada sektor pertanian dan perkebunan. Aktivitas perekonomian demikian terus membesar, kerena keuntungan yang diraih juga luar biasa besar. Negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, Spanyol, Portugis, Perancis kian maju berkat eksploitasi hasil pertanian dan perkebunan, terutama rempah-rempah, di Negeri  jajahannya. Akibatnya, terjadi peningkatan intensitas permintaan akan produk pertanian dan perkebunan yang berimbas pada pembengkakan modal dan biaya pengiriman.

2. Perbedaan Akuntansi Internasional dengan Akuntansi yang lain !
 
·   Perkembangan akuntansi selalu berdampingan dengan perkembangan dunia bisnis, dimana akuntansi akan selalu menyediakan informasi mengenai keadaan perusahaan untuk pengambilan keputusan setiap stakeholder, bahkan transaksi dari kegiatan akuntansi dapat dijadikan sebagai faasilitas dalam penglokasian sumber daya oleh para pengguna informasi akuntansi tersebut. American Accounting Association (AAA) mendefinisikan akuntansi sebagai proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Pengertian akuntansi internasional itu sendiri tidak berbeda dari definisi akuntansi yang telah disebutkan sebelumnya namun akuntansi internasional memfokuskan pada transaksi internasional yang mempertemukan prinsip-prinsip  akuntansi antar Negara yang berbeda.

3. Jelaskan tentang Accounting Diversity !
 
·   Perbedaan yang terdapat pada akuntansi internasional adalah entitas yang dilaporkan merupakan perusahaan multinasional (multinational company – MNC) dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas-batas Negara, atau suatu entitas dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna yang beralokasi di negara selain Negara entitas pelapor. Secara umum akuntansi mencakup pengukuran, pengungkapan dan pemeriksaan. Pengukuran adalah proses identifikasi, pengelompokan dan penghitungan transasksi. pengungkapan merupakan pengkomunikasian hasil dari pengukuran yang dilakukan kepada stakeholder. Sedangkan pemeriksaan merupakan proses auditor melakukan atestasi atau pengujian terhadap keandalan pengukuran dan komunikasi yang dilakukan. Ketiga cakupan akuntansi tersebut biasanya dilakukan dengan berdasarkan keberadaan perusahaan dalam satu Negara saja, sedangkan akuntansi internasional menuntut perusahaan untuk melihat keadaan Negara lain yang menjadi basis perusahaannya. Budaya, praktik bisnis, politik, system hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal, resiko bisnis, dan hukum pajak merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk perusahaan multinasional dalam kegiatan operasi dan pelaporan keuangannya.

Lebih jauh membicarakan perbedaan akuntansi internasional dengan bidang akuntansi lainnya adalah berhubungan dengan operasi yang dilakukan diluar negeri sehingga membuat manajer keuangan dan akuntan menghadapi resiko berupa semua jenis masalah yang tidak mereka hadapi ketika operasi usaha dilaksanakan di dalam satu Negara. Masalah yang dihadapi seperti perusahaan harus menyiapkan akun-akun yang berlaku secara umum di suatu Negara yang menjadi domisili perusahaan untuk memenuhi ketentuan pajak dan hukum baik domestik maupun internasional. Akun-akun yang tertera pada laporan keuangan menggambarkan prinsip-prinsip pelaporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Prinsip-prinsip pelaporan keuangan nasional itu sendiri dapat berbeda secara signifikan dari satu Negara dengan Negara lainnya karena prinsip-prinsip tersebut dibentuk oleh lingkungan sosial ekonomi yang berbeda. Sehingga akuntansi internasional membutuhkan penyesuaian dari setiap Negara yang menjadi domisili perusahaan yang bersangkutan.

Masalah yang dihadapi yang merupakan perbedaan selanjutnya adalah perusahaan harus memilih kurs nilai tukar yang digunakan untuk mengonversi akun-akun luar negeri ke dalam satu mata uang pelaporan. Kurs nilai tukar jarang sekali konstan nilainya, penyajjian kembali akun yang menggunakan kurs nilai tukar yang berubah-ubah hampir tiap hari menghasilkan keuntungan dan kerugian yang dapat menimbulkan pengaruh signifikan atas profitabilitas yang dilaporkan dan persepsi tingkat risiko dari suatu operasi multinasional. Tentu saja perlakuan akuntansi untuk keuntungan dan kerugian seperti ini tidaklah seragam diseluruh dunia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus mampu menyediakan laporan keuangan dengan bahasa, mata uang maupun prinsip-prinsip akuntansi sesuai dengan Negara pembaca agar stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan mampu mengambil keputusan terhadap keadaan perusahaan yang tertuang pada laporan keuangan perusahaan.

Akuntansi internasional pun menyangkut permasalahan pajak yang harus difikirkan secara matang oleh perusahaan. Usaha-usaha yang beroperasi dilebih dari satu Negara perlu mengamati dan mengelola risiko pajak dengan seksama. Pengetahuan mengenai hukum pajak dan nilai mata uang hanyalah sebuah permulaan. Sangatlah mungkin bahwa langkah-langkah yang diambil untuk menurunkan besarnya pajak disuatu tempat akan meningkatkan besarnya pajak di tempat lain, dan peningkatannya mungkin lebih besar dari penguranagan pada awalnya.  Sehingga kebijakan bajak untuk perusahaan multinasional perlu diperhatikan dengan seksama. Selain itu perusahaan memiliki cabang di Negara lain pun tidak terlepas dari permasalahan harga transfer, harga transfer harga yang dibebankan terhadap unit-unit usaha atas transaksi internal yang melewati batas-batas nasional, seringkali ditetapkan dengan mengingat faktor minimalisasi pajak. Ide dasarnya adalah untuk mengumpulkan beban pada Negara-negara dengan tingkat tarif pajak yang tinggi dan mengumpulkan pendapatan di negara-negara yang rendah tarif pajaknya, sehingga memaksimalkan laba secara keseluruhan.

4. Faktor-faktor yang berkontribusi pada Internasional Ekonomi !
 
·   Menurut Choi dan Muller (1998,1) bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu faktor lingkungan, Choi menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain :

-        Sistem Hukum
Kodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi kelihatannya alami dan cocok dalam negara-negara yang menganut code law. Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional yang berkecimpung dalam sektor swasta lebih sesuai dengan sistem yang berlaku di negara-negara hukum umum (common law). Dalam hukum perang atau situasi darurat nasonal lainnya, semua aspek fungsi akuntansi mungkin diatur oleh sejumlah pengadilan atau badan pemerintah pusat. Contohnya adalah dalam masa Nazi Jerman, ketika persiapan-persiapan perang yang intensif dan kemudian pada saat PD II memerlukan sistem akuntansi nasional yang sangat seragam untuk mengontrol semua aktivitas ekonomi nasional secara total.

-        Sistem Politik
Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan prktik-prakti akuntansi. Sebagai contoh, akuntansi Inggris yang ada semasa pergantian Abad 20, “diekspor” ke negara-negara persemakmuran. Belanda melakukan hal yang sama ke filipina dan Indonesia, Perancis ke negara-negara jajahannya di Asia da Afrika. Jerman menggunakan simpati politik untuk mempengaruhi, antara lain, akuntansi di Jepang dan Swedia.

-        Sifat Kepemilikan Bisnis
Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan prinsip-prinsip pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau bank. Misalnya, kepemilikan publik yang sangat tinggi atas saham-saham korporasi di AS telah menghasilkan apa yang dinamakan Sunshine accounting standards of wide open disclosure, sedangkan ketidakhadiran partisipasi publik dalam kepemilikan saham perusahaan di Perancis telah membatasi komunikasi keuangan yang efektif hanya ke saluran komunikasi ”insider” saja. Kepemilikan Bank yang tinggi di Jerman juga menghasilkan respon akuntansi yang berbeda. Di AS, AICPA membuat rekomendasi khusus bagi standar dan praktik akuntansi keuangan tertentu yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan non publik yang lebih kecil.

-        Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis
Dikotomi yang terjadi antara perusahaan besar dan kecil terus berlanjut, mulai dari masalah asuransi, hingga keseluruh hirarki perusahaan induk-anak, termasuk masalah kompleksitas. Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini bisnis yang sangat beragam membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan kecil yang menghasilkan produk tunggal. Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan sistem akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik.

-        Iklim Sosial
Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi diberbagai belahan dunia. Di Perancis, mengarah pada pelaporan tanggungjawab sosial, sebaliknya di Swiss masih sangat konservatif sehingga perusahaan-perusahaan besar swiss melaporkan kondisi keuangannya yang relatif ringkas. Orang Italia masih sangat berorientasi pada pajak, bahkan di beberapa negara Amerika bagian Timur dan Selatan, akuntansi sama dengan pembukuan dan dianggap tidak cocok secara sosial.

-        Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan
Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi akan sangat menentukan perkembangan akuntansi. Karena secanggih dan sehebat apapun output akuntansi, jika manajemen bisnis dan para pengguna tidak dapat membaca, mengartikan, dan memahaminya hal tersebut tidak akan ada gunanya.

-        Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif
Regulasi mengenai perpajakan mungkin memerlukan prinsip-prinsip akuntansi tertentu. Seperti di Swedia, dimana kelonggaran pajak tertentu harus dibukukan secara akuntansi sebelum bisa diklaim bagi tujuan pajak; ini juga merupakan situasi bagi penilaian persediaan metode LIFO di AS. Hukum-hukum perlindungan sosial yang beragam juga mempengaruhi standar-standar akuntansi. Contohnya adalah kewajiban membayar pesangon dio beberapa negara Amerika Selatan.

-        Ada Legislasi Akuntansi tertentu
Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan dan teknik-teknik akuntansi tertentu. Di AS, SEC menentukan standar-standar pengungkapan dan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan besar, dengan mengacu pada FASB.

-        Kecepatan Inovasi Bisnis
Semula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi, namun karena penggabungan bisnis yang begitu popular di erofa memaksa akuntansi turut berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan.

-        Tahap pembangunan Ekonomi
Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membuthkan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda dengan negara industri maju. Di negara pertanian, tingkat ketergantungan pada kredit dan kontrak bisnis jangka panjang mungkin masih kecil. Sehingga akuntansi akrual yang canggih tidak berguna dan yang dibutuhkan adalah akuntansi kas sederhana.

-        Pola pertumbuhan Ekonomi
Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan.

-        Status Pendidikan dan Organisasi Profesional
Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber otoritas akuntansi local suatu negara, standar-standar dari area lain atau negara lain mungkin digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Adaptasi faktor-faktor akuntansi dari Inggris merupakan pengaruh lingkungan yang signifikan dalam akuntansi dunia sampai akhir PD II. Sejak saat itu, proses adaptasi internasional beralih ke sumber-sumber dari AS. Pengembangan akuntansi, baik yang berasal dari negara itu sendiri atau yang diadaptasi dari negara-negara lain, tidak akan sukses kecuali jika kondisi-kondisi lingkungan seperti yang terdapat dalam daftar diatas dipertimbangkan secara penuh.

5. Kenapa Akuntansi Internasional penting ?
 
·  Akuntansi internasional memiliki peranan yang sangat penting dalam masyarakat. Sebagai cabang ilmu ekonomi, akuntansi memberikan informasi mengenai suatu perusahaan  dan transaksinya untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna informasi tersebut. Jika informasi yang dilaporkan dapat diandalkan dan bermanfaat, sumber daya yang terbatas tersebut dialokasikan secara optimal, dan sebaliknya alokasi sum berdaya akan menjadi kurang optimal jika informasi kurang andal dan tidak bermanfaat. Akuntansj internasional tidaklah berbeda dan peranan yang dimaksudkan. Yang membuat studinya berbeda adalah bahwa perusahaan yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinational compain, MNC) dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas-batas negara, atau suatu perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna yang berlokasi di negara selama negara perusahaan pelaporan.

Proses akuntansinya pun tidaklah berbeda dan dengan kualifikasi standar pelaporan tertentu yang diatur secara internasional maupun local pada negara tertentu. Tapi penting untuk diketahui mengenai dimensi internasional dari proses akuntansi pada tiap negara yang berbeda. Dimana perbedaan itu meliputi: perbedaan budaya, praktik bisnis, struktur politik, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal, resiko bisnis, dan serta aturan perundang-undangan mempengaruhi bagaimana perusahaan multinasional melakukan kegiatan operasionalnya dan memberikan laporan keuangannya.

6. Identifikasi masalah pelaporan internal dan eksternal yang timbul ketika investasi dan bisnis melampaui batas kenegaraan !
 
·    Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru. Hal yang baru adalah standar perbandingan yang kini melampaui batas-batas nasional. Contoh pertanyaan yang relevan ”Apakah saya menambah nilai banyak ke pelanggan saya dibandingkan dengan rekan yang berlokasi dinegara lain?”.

Dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh, alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah pengembalian atas ekuitas (return on equity-ROE).


Sumber :
http://miratulamalia80.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-pasar-modal-dan-sejarah.html
https://fajrishauti.wordpress.com/2016/03/23/akuntansi-internasional/

Kamis, 07 Januari 2016

TUGAS 4 #BAHASA INDONESIA

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu memaparkan hal umum terlebih dahulu kemudian menjabarkan hal – hal khusus. Dengan kata lain paragraf ini meletakkan gagasan utamanya pada kalimat utama di awal paragraf.

Contoh :

Manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, seperti lahir, tumbuh, bahkan mati pun kita masih membutuhkan orang lain. Ketergantungan manusia dengan orang lain ini akan sangat menyulitkan jika tidak ada manusia lainnya, kita bisa mati tanpa adanya manusia lain. Bahkan tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa hidup sendiri. Meskipun mereka memiliki harta yang sangat banyak, mereka tetap membutuhkan makanan atau barang yang dijual oleh orang lain. Tentunya hal ini dikarenakan uang tidak bisa dimakan.

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu dengan cara menjabarkan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian disimpukan menjadi suatu hal yang umum. Dengan kata lain, paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pola paragraf ini biasanya dipakai dalam paragraf generalisasi, sebab – akibat, akibat – sebab, dan analogi.

Contoh :

Merokok bisa menyebabkan gangguan pernafasan, seperti bronkitis, asma, dan lainnya. Hal ini dikarenakan asap yang masuk ke dalam tubuh sangatlah berbahaya. Selain menyebabkan gangguan pada pernafasan, merokok juga bisa menyebabkan kanker paru – paru. Kandungan tar yang ada pada rokok akan memicu sel – sel kanker pada paru – paru untuk berkembang. Terlebih lagi, merokok juga bisa menyebabkan kecanduan.  Nikotin yang ada pada rokok akan mempengaruhi otak untuk terus mengkonsumsi rokok, sehingga membuat perokok susah untuk menghentikannya. Oleh karena itu, merokok sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia.


Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah gabungan dari pola deduksi dan induksi, yaitu dengan menyampaikan gagasan utama terlebih dahulu, kemudian dijabarkan hal khusus, lalu disimpulkan kembali dengan hal umum. Dengan kata lain, paragraf ini memiliki gagasan utama pada paragraf utama yang diletakkan di bagian awal dan akhir paragraf.

Contoh :

Bunga mawar sangat disukai diantara bunga hias lainnya. Bunga ini sangatlah cantik dan indah. Bahkan bunga ini dijadikan sebagai simbol cinta. Banyak para pasangan kekasih memberikan bunga mawar sebagai lambang kecintaan nya. Tidak hanya itu, bunga mawar juga sangat harum, sehingga sangat cocok dijadikan tanaman penghias kebun bunga atau pun ruangan. Bahkan bunga ini memiliki warna yang sangat beraneka ragam seperti merah, putih, dan hitam. Keanekaragaman tersebut bisa mempercantik kebun bunga. Oleh karena itu, bunga mawar menjadi favorit dikalangan penghobi tanaman hias.

Sumber :
http://www.prbahasaindonesia.com

TUGAS 3 #BAHASA INDONESIA

Generalisasi

pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh ,data statistik dan sebagainya.

Contoh Paragraf Generalisasi :

Masalah kepadatan penduduk selalu menjadi masalah yang dihadapi di Jakarta, itu dikarenakan banyaknya pendatang yang berdatangan untuk menetap ataupun mencari perkerjaan di Jakarta. Menurut publikasi BPS pada tahun 2012 jumlah penduduknya meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini seharusnya menjadi acuhan pemerintah berkerja sama dengan masyarakat untuk mengurangi tingkat kenaikan jumlah penduduk di Jakarta. Banyak sekali cara untuk mengurangi penduduk yaitu ; Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran dan Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

Analogi

Penalaran analogi dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya memiliki beberapa sisi persamaan.

Contoh Paragraf Analogi :

Didalam falkultas ekonomi terdapat studi Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen, studi Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen memiliki perbedaan dalam menerapkan pembelajarannya. Untuk studi Akuntansi keuangan berorientasi pada penyajian laporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan dan sebaliknya Akuntansi Manajemen berorientasi pada laporan untuk pihak-pihak di dalam/internal manajemen. Namun, ada juga persamaan diantara studi tersebut diantaranya yaitu keduanya bersandar kepada informasi akuntansi. Mempunyai dua sistem pengumpulan data berbeda yang berjalan berdampingan.

Kausalitas

Penalaran kausalitas yang menunjukkan hubungan sebab-akibat atau akibat-sebab.

Contoh Paragraf Kausalitas :

Banyak mahasiswa yang mengulang suatu Ujian Akhir Semester dikarenakan banyaknya materi di mata kuliah tersebut yang digampangkan oleh mahasiswa, cukup banyak mahasiswa yang tidak ikut saat ujian terlaksana dan terbuai untuk membolos bersama teman-teman seperjuangannya, dengan alasan mengampangkan mata kuliah akuntansi yang hanya membuat jurnal, buku besar, laporan keuangan dan lain sebagainya. Akibatnya, mahasiswa tersebut harus mengulang diujian mandiri karena harus memperbaiki nilainya yang tertinggal.

Sumber :
https://elaine0315.wordpress.com/

Kamis, 19 November 2015

Contoh Kerangka Karangan sesuai Sistematik Penulisan

Contoh Kasus :

Sakai - Di suatu kuil kuno di Sakai Jepang ada taman yang indah. Yang menjadi luar biasa adalah bentuk taman itu tidak berubah hingga kini sejak 250 tahun lalu.

Rabu (6/11/2013) siang itu para jurnalis Sakai Asean Week 2013 menuju ke Kuil Takakuraji di Kota Sakai, Jepang. Tujuannya, menyaksikan kesenian Noh, opera klasik Jepang yang mulai dimainkan pada 650 tahun lalu alias sejak abad ke-14 namun tetap bertahan hingga kini. 

Kami disambut oleh master opera klasik Jepang Noh, Kozo Nagayama (40). Kozo langsung mempersilakan kami untuk melepaskan alas kaki dan memberitahu bahwa di belakang kuil ini ada taman yang bentuknya tidak berubah sejak didesain pada 250 tahun lalu. 

Kozo memberitahukan bahwa taman ini didesain oleh arsitektur pertamanan Jepang, Kobori Enshu. Taman itu cantik dipenuhi tanaman perdu, beberapa tanaman pohon keras, dan yang paling belakang adalah hutan bambu. 

Ada batu pijak (stepping stone) yang ditempatkan di tengah-tengah taman itu supaya tanaman semacam rumput yang menggerumbul di bawahnya tidak diinjak-injak. Batu-batu besar seperti batu kali teronggok di beberapa sudut mempercantik taman itu. 

Kuil Takakuraji sendiri merupakan salah satu kuil tertua di Jepang yang didirikan oleh pendeta Buddha terkenal kelahiran Sakai, Gyoki pada tahun 705. Namun kuil ini sempat terbakar dan dibangun kembali pada awal abad ke-17.

Kerangka karangan sesuai contoh kasus :

Topik : Taman
Tema : Seni Budaya

1. Judul : Keindahan Taman di Kuil kuno Sakai Jepang
2. Abstrak
3. Lembar Persetujuan 
4. Kata Pengantar 
5. Daftar Isi 

BAB I PENDAHULUAN 
    a. Latar Belakang 
    b. Perumusan Masalah 
    c. Tujuan dan Manfaat Penulisan  

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN METODOLOGI PENULISAN
    a. Kajian Teoritis
    b. Kerangka Berpikir 
    c. Metodologi Penelitian 
        1. Tempat dan Waktu 
        2. Metode 
 
BAB III PEMBAHASAN
 
1.        Keindahan Taman
            1.1 Taman Berusia Ratusan Tahun
            1.2 Bentuk Taman
            1.3 Bentuk Kuil
            1.4 Segi Desain Bangunan Taman 
            1.5  Segi penambahan Unsur Alam Pada Taman
2.       Kesenian Dan Kebudayaan
            2.1 Seni Opera Klasik Jepang
            2.2 Kesenian Noh
3.       Seni Arsitektur
            3.1 Arsitektur Taman
            3.2 Arsitektur Kuil
4.       Sejarah
            4.1 Sejarah Kuil
            4.2 Peristiwa Kebakaran Kuil

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 

    a. Kesimpulan 
    b. Saran  

DAFTAR PUSTAKA

Macam-macam kriteria pelaku pasar, Anda termasuk yang mana ?

Dalam melakukan transaksi di pasar modal atau pasar lain terdapat berbagai macam jenis pelakunya. Itulah yang menyebabkan terjadinya dinamika pergerakan harga di pasar. Perbedaan pandangan atas sebuah kondisi pasar oleh setiap orang menyebabkan harga bergerak naik dan turun. Bila mengalami kenaikan, maka dapat digambarkan bahwa pembeli lebih optimistis daripada yang menjual. Demikian pula sebaliknya.

Dalam mengklasifikasikan pelaku pasar berdasarkan pengalamannya akan terbagi menjadi setidaknya ada empat  kategori.

1. Pemula yang beruntung (dan tidak beruntung)

Pelaku pasar pemula adalah seorang pelaku yang baru saja mengenal dengan pasar. Biasanya, pemula ini adalah orang yang memiliki mimpi besar menjadi orang yang jauh lebih kaya dan sukses dengan bertransaksi.

Boleh diibaratkan sama seperti orang dari desa atau kota kecil datang mengadu nasib di kota besar. Mereka ini belum memiliki pengalaman yang cukup.

Bisa juga karena orang itu masuk ke pasar akibat iklan-iklan seminar dan pelatihan yang begitu membuai mimpi.

Dengan iklan "transaksi saham untung dalam keadaan pasar naik maupun turun", "rahasia meraih keuntungan 100% dalam waktu 1 malam" dan apapun bahasa marketing yang membuat seseorang ikut ke dalam sebuah seminar, dibakar semangatnya, dan akhirnya terjun menjadi pelaku pasar.

Nasib dari pemula ini akan selalu terbagi dua, yang gagal karena pasar memang sedemikian kejamnya, atau berhasil dengan kemampuan seadanya dalam kondisi ini dikenal dengan keberuntungan pemula (beginner's luck).

2. Sadar dan belajar

Keberhasilan seorang pemula akan menyebabkan sebuah kepercayaan diri dan semakin agresif dalam melakukan transaksi sehingga saking percaya dirinya akhirnya mengalami kerugian.

Di sini seorang pemula sadar bahwa hidup tidaklah seindah dan semudah apa yang dikatakan seorang motivator. Toh seorang motivator juga tidak selalu melakukan apa yang dinasihakan dirinya sendiri.

Di tahap ini terbagilah golongan sakit hati pada pasar karena rugi, yang kemudian mencaci maki sambil meninggalkan pasar modal.

Golongan lain adalah mereka yang rugi dan mau belajar. Bagaimanakah mereka yang rugi tapi masih mau belajar tersebut?

Karena sadar bahwa kerugian terjadi salah satunya akibat kesalahan diri sendiri, maka pada level ini pelaku pasar tersebut belajar dengan lebih baik dan sederhana, mencari tahu apa kesalahannya.
 
Mereka mempelajari aneka analisis dan fokus mencari sebuah analisis yang akhirnya terasa sesuai dan kembali masuk ke pasar.

3. Ahli strategi saja tidak cukup

Ketika melewati bagian kedua, saat ini keadaannya adalah sang pelaku pasar telah memiliki ilmu yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dan keuntungan pun secara sedikit demi sedikit mulai dirasakan.

Namun suatu ketika keadaan pasar bisa bergerak sangat brutal akibat tekanan dari keadaan global yang biasanya dikenal dengan resesi.

Pada fase ini tidak terlepas bahwa pelaku tersebut mengalami kerugian. Rupanya kerugian kali ini bukan dikarenakan strategi yang salah namun karena ketidakdisiplinan dalam melakukan sebuah transaksi.

Ia memaksakan mimpi ke dalam sebuah transaksi pada pasar meskipun secara analisis tidak mendukung.
Pada bagian ini seseorang sadar bahwa diperlukan pola pikir, disiplin, dan pengendalian emosi yang baik.

Terseleksi secara alam, ada pelaku pasar yang akhirnya menyerah di level ini dan sadar bahwa pasar tidak cocok untuknya.

Sementara itu kelompok lain sadar bahwa pedang terbaik bukan ditentukan dari mata pedang yang runcing dan tajam saja, namun diperlukan juga gagang (pegangan) pedang yang baik supaya bisa digunakan maksimal oleh penggunanya.

4. Berdansa dengan pasar

Memasuki tahap keempat, pelaku pasar ini telah memiliki bekal baik pahit maupun manis di pasar, juga memiliki kemampuan yang semakin sederhana dan pemikiran yang baik dalam melihat pergerakan pasar.

Pada level ini seorang pelaku pasar menyadari bahwa apa yang dilakukan membuat asetnya bertambah secara bertahap dan nyaman tanpa membuat dirinya stress.

Jadi, di antara 4 tahapan pelaku pasar, di manakah kita berada? Dan pada level manakah kita akan berada akhirnya?

Sumber : 

http://bisniskeuangan.kompas.com
oleh Ryan Filbert

Tiga Model analisis ekonomi

seperti yang kita ketahui juga bahwa suatu pengamatan atau studi tentang masyarakat dan individu dalam menentukan pilihan, apakah itu dengan uang atau pun tidak, atau juga dengan menggunakan sumber daya yang ada yang terwujud dalam berbagai teknik dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa lalu mendistribusikannya dalam rangka pemenuhan kebutuhan kondisi adalah definisi dari ilmu ekonomi itu sendiri.
Sehingga dalam penerapan ilmu ekonomi tersebut maka diperlukanlah suatu sistem analisis ekonomi untuk mengelola data dan statistik yang berkaitan proses berjalannya ekonomi itu di masyarakat. Maka muncullah 3 model analisis ekonomi yang sudah umum kita ketahui yaitu ekonomi deskiptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan. Dan berikut ini adalah penjelasannya.


Analisis Ekonomi Model 1 – Ekonomi Deskriptif

Yaitu suatu analisis ekonomi yang menggambarkan tentang kondisi yang sebenarnya terjadi dalam suatu perekonomian. Dengan cara inilah fakta-fakta yang terjadi dalam perekonomian yang sudah berjalan akan dianalisa. Memang terkadang hal ini masih cukup sulit untuk dilakukan karena terkadang sifat yang sebenarnya dari suatu keadaan dengan fakta yang terwujud dari situasi itu sendiri.

Penyebab lainnya adalah dikarenakan terwujudnya situasi atau kondisi dalam perekonomian itu berhubungan dengan individu-individu dalam suatu masyarakat. Sebagai contoh apabila kita ingin menganalisa mengenai seberapa besar pengaruh kenaikan harga pangan. Hal ini cukup sulit diketahui karena produksi pangan juga dipengaruhi oleh banyak faktor, antar lain adalah faktor harga barang lain, faktor keadaan ekonomi, faktor iklim, dan faktor-faktor lainnya.

Analisis Ekonomi Model 2 – Teori Ekonomi

Yaitu suatu pandangan yang menggambarkan tentang hubungan prediksi dari kondisi ekonomi yang akan terjadi dengan sifat-sifat ekonomi yang telah terwujud dalam kegiatan ekonomi sebelumnya, serta pengaruh-pengaruh yang mempengaruhi perubahan tersebut. Sekaligus teori ekonomi ini juga memberikan informasi tentang sifat utama dari sistem ekonomi dan apa yang menjadikan berfungsinya ekonomi itu.

Dengan mendapatkan data berupa fakta-fakta ekonomi saja itu belum cukup untuk mempelajari ilmu ekonomi. Tetapi ada hal yang lebih penting dari pada itu, yaitu membuat sususan secara sistematik dari fakta-fakta tersebut, sehingga gambaran umum tentang perekonomian yang sedang terjadi serta berbagai komponen pendukungnya dapat diketahui. Inilah tugas dari model analisis teori ekonomi.

Analisis Ekonomi Model 3 – Ekonomi Terapan

Model analisis ekonomi berupa ekonomi terapan ini jika di masyarakat biasanya disebut dengan ilmu kebijakan ekonomi. Yaitu suatu sistem analisis yang digunakan untuk mencari pemecah masalah dan cara penerapannya untuk mengatasi berbagai macam masalah ekonomi yang terjadi. Nah, hubungannya dengan sistem teori ekonomi adalah model ekonomi terapan ini dapat menggunakan hasil perumusan dari sistem teori ekonomi tersebut.

Mari kita ingat kembali bahwa sebenarnya ada 4 tujuan pencapaian dalam perekonomian, yaitu :

  1. Menjaga kestabilan harga
  2. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang cepat
  3. Mejudkan pendataan distribusi yang merata
  4. Mengatasi besarnya angka pengangguran


Dalam model analisis ekonomi ini yang berperan penting dalam merumuskan suatu kebijakan ekonomi adalah hasil analisa tentang apa yang sebenarnya harus diwujudkan terlebih dahulu untuk mengangkat nilai perekonomian. Sebagai contoh ada masalah berupa kekurangan pangan, maka beberapa pendapat harus dihimpun untuk membuat kebijakan dalam mengatasi permasalahan itu. Mungkin ada pendapat yang menyatakan bahwa solusi paling baik adalah dengan menyediakan bahan pangan. Dan mungkin akan ada juga pendapat yang menjelaskan bahwa solusi yang lebih baik lagi adalah menaikkan jumlah produksi pangan. Jika dianalisa kembali, mungkin kedua pendapat itu ada benarnya.

Pendapat yang pertama menegaskan bahwa pentingnya mengutamakan konsumen. Dan pendapat kedua disimpulkan bahwa lebih mementingkan kepentingan negara secara menyeluruh. Inilah contoh tugas dari model ekonomi terapan untuk menentukan kebijakan paling tepat dalam mengatasi suatu masalah ekonomi yang terjadi.
 
Sumber :
 
http://obrolanekonomi.blogspot.co.id

Pelajari dasar menganalisa Forex

cara analisa forex 

selalu berangkat dari dua pendekatan analisa yang paling sering dipergunakan dalam kegiatan trading forex, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. 

Kedua pendekatan analisa forex ini adalah dasar penting yang wajib dimiliki oleh seorang pemain forex. Sebab, kegiatan trading forex selalu berkaitan erat dengan kerja-kerja analisis dalam melahirkan keputusan forex yang tepat. Keputusan yang tepat akan menghindarkan Anda dari kekalahan trading yang tidak diinginkan.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki karakteristik trading yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ini disebabkan oleh karena kegiatan analisa forex sangat tergantung pada individu yang bersangkutan. Kemampuan analisa forex tidak dapat diperoleh secara instan, sebab hal ini akan muncul seiring dengan jumlah jam terbang dan kedisiplinan seseorang dalam belajar trading forex. Pengalaman trading yang sesungguhnya akan melecut seseorang untuk meningkatkan kapasitas dirinya dalam bermain trading forex.

Bagaimana cara analisa forex yang benar?

Untuk mengetahui cara analisa forex yang akan berguna bagi Anda dalam trading, wajib bagi Anda untuk menguasai kedua dasar analisa forex berikut ini:

1. Analisa Fundamental Forex

Analisa fundamental adalah cara melihat pasar melalui kondisi ekonomi, keadaan sosial, dan kondisi politik yang mempengaruhi penawaran dan permintaan. Sebagai contoh, bagaimana kondisi ekonomi yang ada sekarang? Apakah sehat atau buruk? Prinsip dasar dalam analisa fundamental ini adalah bahwa jika ekonomi suatu negara dengan baik, maka mata uang mereka juga akan baik. Dan selanjutnya akan membawa dampak pada kepercayaan yang meningkat dari negara-negara lain terhadap mata uang tersebut. Inilah dasar analisa fundamental yang harus dipahami.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:

Nilai dolar AS terus meningkat karena kondisi ekonomi AS  yang menguat atau membaik. Maka, suku bunga dapat menjadi lebih tinggi untuk mengendalikan laju inflasi. Hal ini membawa akibat nilai mata uang dollar yang juga akan terus menguat.
Ilustrasi di atas adalah contoh bagaimana sebuah kondisi fundamental (kondisi ekonomi) dapat berpengaruh pada nilai mata uang negara yang bersangkutan. Dengan demikian, secara sederhana analisa fundamental dalam trading forex adalah cara menganalisa pasar melalui kondisi ekonomi dari negara yang bersangkutan. Anda harus banyak berlatih dalam analisa ini, sebab cara analisa forex yang baik juga mengikutsertakan pendekatan analisa fundamental dalam mengambil keputusan forex.

2. Analisis Teknikal Forex

Analisis teknikal adalah cara mempelajari pergerakan harga dilihat dari sisi analisa yang matematis. Anda akan mendapati grafik-grafik ataupun perhitungan matematika dalam analisa ini. Apa-apa saja yang dianalisa?? Data historis dan pergerakan harga sekarang yang ada dapat dianalisa untuk memberikan proyeksi atau prediksi pada nilai mana harga akan bergerak naik, turun, atau berbalik. Dengan kata lain, analisa teknikal adalah mencari “tren”. Dengan mengidentifikasi tren atau pola, maka akan dapat membantu Anda untuk menemukan peluang trading terbaik. Dalam banyak pengalaman lapangan, kemampuan mengetahui tren akan sangat bermanfaat untuk memenangkan Anda dalam trading forex.

Cara analisa forex memakai fundamental dan teknikal

Menguasai cara analisa forex yang terbaik adalah menguasai gabungan pendekatan analisa fundamental dan analisa teknikal. Ini adalah kunci untuk menjadi seorang master analisa forex yang handal. Dengan menggabungkan kedua analisa tersebut secara efektif, maka Anda akan bertahan lebih lama dalam rimba trading forex.

Perhatikan ilustrasi berikut ini:

Dalam kegiatan trading forex, pada suatu waktu Anda melihat grafik (analisa teknikal) dan menemukan sebuah kesempatan peluang trading yang sangat baik dan akan menguntungkan. Dari analisa teknikal dengan melakukan perhitungan matematis atas grafik tadi, Anda berfikir bahwa ini adalah kesempatan emas yang jangan dilewatkan. Lalu, dengan keyakinan penuh Anda melanjutkan untuk memasukkan order transaksi ke broker. Dengan wajah sumringah Anda lantas menantikan keuntungan yang seolah sudah di depan mata. Setelah beberapa saat berlalu, tiba-tiba pergerakan harga menjadi berlawanan dan bergerak ke arah yg lain, lantas Anda melihat kerugian sebesar 40 pip. Ternyata baru saja ada tingkat penurunan bunga pada mata uang yg Anda pegang sehingga nilai mata uang tersebut melemah, dan sekarang setiap orang dalam pasar bergerak untuk melepas mata uang tersebut (melawan segala analisa grafik Anda).
Mungkin Anda berpikir bahwa ilustrasi di atas terlalu berlebihan. Tetapi pertanyaan yang timbul adalah apakah Anda dapat menjamin keadaan sebagaimana dalam ilustrasi di atas tidak akan terulang kembali?
Ternyata jika Anda menyediakan waktu untuk melakukan analisa fundamental terlebih dahulu sebelum memasukkan order transaksi, maka cerita buruk di atas mungkin dapat dihindari. Dengan analisa fundamental, Anda mungkin akan menemukan hal-hal yang tidak dimiliki oleh analisa teknikal, yakni review kondisi politik atau peristiwa sosial yang terjadi.

Konklusi

Dengan demikian, menggabungkan kedua analisas teknikal dan fundamental secara efektif akan sangat bermanfaat bagi Anda dalam kegiatan trading forex. Cara analisa forex yang mendasarkan pada keseimbangan antara kondisi fundamental dan kondisi teknikal akan membuat Anda tetap bertahan lebih lama dalam trading. Sebab, tidak ada unsur dominan yang menguasai pasar secara penuh. Pasar selalu bergerak dinamis dan mencari titik keseimbangan di antara fundamental dan teknikal.

Sumber :

http://www.infotradingforex.com