Kamis, 19 November 2015

Campur tangan pemerintah dan kegagalan pasar

Kegagalan pasar terjadi apabila mekanisme pasar tidak dapat berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini, mekanisme akan menyebabkan barang yang dihasilkan memnjadi terlalu banyak atau terlalu sedikit dan dalam hal yang sangat ekstrim kegagalan pasar akan menyebabkan pasar terjadi sehingga barang dan jasa tertentu tidak dihasilkan pasar tersebut. Esensi timbulnya kegagalan pasar timbul karena masyarakat tidak bertindak secara kooperatif, sebab perilaku kooperatiflah yang akan menyebabkan terjadinya kondisi Pareto Optimum.
Dalam hal terjadinya kegagalan pasar, maka pemerintah diharapkan untuk ikut campur tangan agar alokasi sumber ekonomi dapat tercapai secara efisien.
Kegagalan pasar terjadi karena adanya factor-faktor di bawah ini, yaitu:
  • Adanya Common Goods
  • Adanya unsure ketidaksempurnaan pasar
  • Adanya barang public
  • Adanya eksternalitas
  • Adanya pasar tidak penuh (incomplete market)
  • Adanya kegagalan inforamasi
  • Unemployment
  • Adanya ketidakpastian

Barang Bersama (common goods)
Dasar adanya system pasar persaingan adalah adanya hak pemilikan (property rights) yang memberikan hak pemilikan kepada setiap individu atas suatu barang sehingga ia dapat mengecualikan orang lain untuk memanfaatkan barang tersebut.
Untuk beberapa jenis barang, hak pemilikan tidak dapat diberikan kepada satu individu melainkan diberikan kepada sekelompok masyarakat, misalnya saja sebidanag padang rumput milik desa, dan sebagainya. Oleh karena manfaat dari barang-barang di atas tidak hanya dirasakan oleh satu insividu saja, maka tidak seorangpun yang dapat menjual. Dalam situasi ini, maka Hume menyatakan akan timbul apa yang disebut dengan tragedy kebersamaan ( tragedy of commons). Hume memberikan contoh sebidang tanha gembalaan yang dimiliki sekelompok orang yang dapat dimanfaat oleh anggota kelompok tersebut untuk menggembalakan ternaknya, akan tetapi tidak seorangpun secara individual dapat menjual hak kepemilikannya sehingga tidak ada pasar untuk tanah tersebut. Oleh karena setiap orang dapat menggembalakan tenaknya maka setiap orang akan cenderung menggunakan tanah tersebut secara berlebihan ( over used) sehingga tanah tersebut akan menjadi tandus dengan cepat. Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa dalam hal kekayaan yang diliki bersama maka perilaku yang optimal bagi setiap individu merupakan tindakan yang optimal dipandang dari segi kelompok. Masalah yang timbul dalam kasus kekayaan bersama karena ada dua factor, yaitu indivisibility dan jumlah kelompok masyarakat. Apabila jumlah anggota kelompok hanya dua orang, maka diantara kedau orang tersebut akan dibuat suatu perjanjian yang menagtur penggunaan kekayaan tersebut secara optimal tetapi apabila anggota kelompok semakin banyak maka biaya untuk memperoleh persetujuan menjadi semakin besar dan mahal.
Dalam hal kekayaan bersama (common property), apabila seseorang yang merasakan manfaat padang penggembalaan tersebut, berarti orang lain juga akan menerima manfaat tanpa harus ikut menanggung biayanya yang disebut dengan free riders. Free riders adalah suatu sikap yan tidak menyatakan dengan sebenarnya manfaat suatu barang atau jasa dengan maksud agar ia dapat memanfaatkan barang tersebut tanpa harus membayarnya atau ikut menanggung biaya pengadaan barang atau jasa tersebut. 
Dalam hal contoh di atas, menurut David Hume, maka pemerintahlah yang harus melakukan pengaturan atas penggunaan padang penggembalaan di atas. Jadi, peranan pemerintah adalah mengalokasikan penggunaan padang penggembalaan agar tercapai kepuasaan bersama yang optimal ( Pareto Optimal) dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.  Pengaturan yang dilakukan oleh pemerintah tentu saja membutuhkan biaya, dan karena itu maka pemerintah harus juga menetapkan sistem pembayaran yang sifatnya dipaksakan karena jelas setiap individu tidak bersedia untuk menanggung biaya pengaturan di atas. Sistem pembayaran paksaan tersebut adalah yang umumnya disebut dengan pajak.
Adanya Unsur Ketidaksempurnaan Pasar
Pada pasar persaingan sempuran maka setiap produsen maupun konsumen merupakan satu unit yang sangat kecil sehingga baik konsumen maupun produsen secara individual tidak akan dapat mempengaruhi harga dengan cara menambah atau mengurang barang yang dijual ayau barang yang dibeli.
Diagram 1 menunjukan kurva biaya marjinal (MC=Marginal Cost), kurva penerimaan (MR=Marginal Revenue) dan kurva penerimaan rata-rata (AR=Average Revenue) pada suatu pasar persaingan sempurna.produsen yang melaksanakan prinsip keuntungan yang maksimum akan menghsilkan barang X pada tingkat produksi dimana MC=MR, yaitu pada tingkat produksi OX1. Pada tingkat produksi sebesar X2 biaya marjinal sebesar BX2 sedangkan penerimaan marjinal sebesar AX2. Jadi dengan memproduksi X2 maka produsen memperoleh keuntungan AB sehingga tindakan yang logis bagi produsen adalah menaikkan jumlah barang yang dihasilkan. Sebaliknya, pada tingkat produksi OX3 biaya marjinal sebesar CX3 lebih besar daripada penerimaan marjinal DX3 sehingga produksi X3 menimbulkan kerugian bagi produsen dan tindakan yang logis diambil adalah mengurangi produksinya. Jadi tingkat produksi OX1 adalah yang optimal karen pada produksi X1 biaya marjinal sama dengan penerimaan marjinal.
Pada tingkat produksi OX1 tersebut alokasi sumber ekonomi tercapai secara efisien. Pada titik E, MC=P0 yang berarti produsen menetapkan harga sesuai dengan tambahan biaya yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit terakhir (MC). Harga yang terjadi (P0)  digunakan seluruhnya untuk membayar factor produksi yang diperlukan untuk menghasilkan X1. Sebaliknya, konsumen bersedia membayara sesuai dengan yang ditunjukkan oleh kurva permintaan, yaitu sebesar P0 per unit barang (AR=P0).
 
Pasar Persaingan Sempurna
Pada tingkat harga P0 konsumen bersedia membayar harga tersebut untuk membeli barang X1. Jadi, di sini ju7mlah barang yang diminta produsen sama dengan harga yang mau dibayar oleh konsumen. Karena itu, kondisi alokasi sumber ekonomi yang efisien terjadi apabila MC = AR = P. Pada pasar persaingan sempurna, keinginan konsumen dan produsen selaras pada jumlah brang sebanyak OX1.

            Pada pasar monopoli, produsen yang mempunyai prinsip keuntungan yang maksimal akan mengahsilkan barang X sebanyak OX1, yaitu tingkat produksi di mana MC=MR, pada gambar di bawah ini produksi sebesar OX1 tersebut, harga yang dipungut sebesar OP1, sedangkan biaya yang diperlukan untuk menghasilkan output X1 hanya sebesar CX1 yang berarti produsen memperoleh keutungan monopolis.


         Harga






C


Pasar Monopoli

        
Efisiensi Penggunaan Sumber  ekonomi dan produksi tercapai pada titik B yaitu pada tingkat produksi OX2 dan harga OP2. Pada titik B tersebut konsumen bersedia membayar harga barang sebesar Rp BX2 atau sebesar Rp OP2 dan biaya yang diperlukan produsen untuk menghasilkan tambahan barang terakhir (MC) juga sebesar Rp OP2.



Monopoli Alamiah

           
Ada beberapa jenis barang yang hanya dapt diproduksikan oleh satu produsen saja. Betapa pun pemerintah berusaha untuk menghapus monopoli pada produksi satu industri, akan tetapi persaingan di antara produsen yang ada akan menyebabkan hanya satu produsen saja yang mampu bertahan.

permintaan akan barang X sangat kecil, sehingga kurva permintaan (AR) memotong kurva biaya rata-rata (AR) pada bagian yang menurun. Apabila produsen berproduksi pada tingkat produksi yang oleh masyarakat dianggap efisien, yaitu pasa MC=AR produsen akan menghasilkan OX1 unit barang, dan menjula barng X dengan harga OP0. Tetapi pada tingkat produksi OX1 produsen akan rugi sehingga tingkat produksi OX1 tidak dapat berlangsung dalm waktu yang lama atau dalam jangka panjang. Pada OX1, penerimaan total sebesar OX1AP0 sedangkan pengeluran total sebesar OX1BX1. Sehingga terdapat kerugian sebesar BAP0P1. Apabila barang tersebut harus diproduksikan sebanyak OX1 unit, maka tidak akan ada seorang produsen pun yang mau menghasilkannya. Oleh karena itu pemerintah harus campur tangan yang dapt diwujudkan dalm beberapa bentuk. Campur tangan pemerintah dapat dengan cara memproduksikan barang tersebut oleh pemerintah, atau produksi barang X dapat diserahkan kepada pihak swasta dengan memberikan ganti rugi sebesar POABP1, sehingga produsen swasta tidak menderita rugi karena besarnya subsidi tersebut memnyebabkan penerimaan total sama dengan pengeluaran total (TR=TC).

Barang Publik

Beberapa jenis barang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, akan tetapi tidak seorangpun yang bersedia menghasilkannya atau mungkin dihasilkan oleh pihak swasta akan tetapi dalam jumlah yang terbatas, misalnya pertahanan, peradilan, dan sebagainya. Jenis barang tersebut dinamakan barang public murni yang mempunyai dua karakteristik utama, yaitu penggunaannyan tidak bersaingan (nonrivalry) dan tidak dapat diterapkan prinsip pengecualian (non excludabilty).oleh karena oihak swata tidak mau menghasilkan barang public murni, maka pemerintahlah yang harus menghasilkannya agar kesejahteraan seluruh masyarakat dapat ditingkatkan.

Eksternalitas

Masalah lain yang menyebabkan kegagalan pasar dalam mengalokasikan factor-faktor produksi secara efisiem adalah adanya apa yang disebut dampak sampingan atau eksternalitas. Eksternalitas timbul karena tindakan konsumsi atau produksi dari satu pihak mempunyai pengaruh terhadap pihak yang lain dan tidak ada kompensasi yang dibayar oleh pihak yang menyebabkan atau kompensasi yang diterima oleh pihak  yang terkena dampak tersebut. Jadi dua syarat terjadinya eksternalitas, yaitu:
  • Adanya pengaruh dari suatu tindakan, dan
  • Tidak adanya kompensasi yang dibayarkan atau diterima

Dalam perekonomian terdapat empat kemungkinan eksternalitas, yaitu:
  • Konsumen-konsumen, yaitu tindakan seorang konsumen yang menimbulkan eksternalitas bagi konsumen lain, misalnya contoh permainan piano.
  • Konsumen-produsen, yaitu tindakan seorang konsumen yang menimbulkan eksternalitas (positif atau negative) terhadap produsen, misalnya olahraga yang dilakukan buruh menyebabkan mereka menjadi sehat sehingga produktivitas meningkat dan  menguntungkan produsen.
  • Produsen-konsumen, contohnya adalah pabrik yang menyebabkan polusi sungai sehingga mengganggu penduduk yang menggunakan air sungai tersebut.
  • Produsen-produsen, contohnya adalah seperti dikemukakan di atas, di mana sebuah pabrik yang menimbulakan polusi air mengakibatkan kenaikan biaya produksi perusahaan lain yang mengunakan air sebagai salah satu faktor produksi.

Adanya Pasar Tidak Lengkap (Incomplete Market)

Adanya Kegagalan Informasi

Pada beberapa kasus masyarakat sangat membutuhkan informasi yang tidak dapat disediakan oleh swasta, misalnya saja prakiraan cuaca. Para petani, pelaut sangat membutuhkan informasi mengenai prakiraan cuaca. Dalam hal ini, maka pemerintah harus menyediakan informasi cuaca yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Kegagalan Pemerintah (Government Failures)

Adanya kegagalan pasar merupakan salah satu sebab mengapa pemerintah harus turun tangan dalam perekonomian agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal. Walaupun demikian, tidak selamanya campur tangan pemerintah menyebabkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bahkan secara sistematis senantiasa terjadi kegagalan pemerintah (goverrnent failures). Ini disebabkan karena pemerintah melaksanakan fungsi alokasi tidak dengan cara yang efisien. Ketidakefisienan pemerintah disebabkan karena 4 hal, yaitu: informasi yang terbatas; pengawasan yang terbatas atas reaksi pihak swasta; pengawasan yang terbatas atas perilaku birokrat; hambatan dalam proses politik.
  • Informasi yang terbatas
  • Pengawasan yang terbatas atas reaksi swasta
  • Pengawasan terbatas atas perilaku birokrat
  • Hambatan dalam proses politik

 Analisis Ekonomi Mengenai Birokrasi

Pemerintah mempunyai peranan yang sangat besar dalam pencapaian alokas\i sumber ekonomi yang efisien. Akan tetapi, birokrat yang tersiri dari banyak organ pemerintah tidaklah melaksanakan fumgsi pemerintah tanpa mempetanyai kebijakan pemerintah sebagaimana dikemukakan oleh Weber. Pandangan Weber ini dimodifikasi oleh Niskanen yang menyatakan bahwa birokrat, sebagaimana dengan orang lain, adalah pihak yang memaksimumkan kepuasannya, yaitu gaji, jumlah karyawannya, reputasi dan status sosialnya. Karena fungsi utilitas birokrat berkaitan dengan besarnya anggaran, maka seorang birokrat yang berusaha mencapai kepuasan yang maksimum berarti pula ia merupakan orang yang memaksimumkan anggaran pemerintah. Karena seorang birokrat bukanlah seorang yang netral terhadap proses pembuatan anggaran pemerintah. Oleh karena itu, birokrat cenderung akan menghasilkan barang atau jasa yang yang lebih besar dari[ada yang seharusnya, sehingga terjadi inefisiensi dalam penggunaan sumber ekonomi oleh pemerintah.

Kritik terhadap teori perilaku birokrat yang yang cenderung mengajukan dana/anggaran yang lebih besar daripada tigkat peoduksi output yang secara sosial adalah optimal (socially optimal), datang dari beberapa ekonom, diantaranya Jackson yang berpendapat bahwa fungsi utilitas birokrat tidaklah sekedar memaksimumkan anggaran, tetapi lebih komplekss terahadap itu. Birokrat juga mempunyai kepuasan dalam melayani masryakat atau melaksanakn tugas bagi kepentingan umum. 
Sumber :
http://bintangkecil44.blogspot.co.id/
 

Fed Fund Rate terus membayangi Indonesia

Kondisi perekonomian Indonesia di akhir 2015 akan diwarnai dengan rencana Federal Reserve menaikkan suku bunga atau fed fund rate. Seperti diketahui, bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut diperkirakan menaikkan suku bunga Desember 2015. "Akhir tahun akan dibayang-bayangin berbagai hal, termasuk dengan kenaikan suku bunga AS, fed fund rate," ucap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad. Muliaman menjelaskan, saat ini kondisi pasar keuangan dalam negeri, naik dan turun dalam tekanan. Namun, secara umum, kondisi keuangan domestik dan stabilitasnya masih membaik.

Tercatat, pasar keuangan domestik di kuartal II-2015 menunjukkan penguatan. Hal ini terlihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara month to month terus menguat, setelah sebelumnya sempat anjlok. Pergerakan Rupiah pun terus menunjukkan penguatan luar biasa yang kini di level Rp13.700 per USD, setelah sebelumnya bergerak ke level Rp14.800 per USD. "IHSG menguat 1,32 persen jadi 4.595. Walaupun kemarin sedikit menurun,". Secara sektoral, kinerja perbankan nasional relatif stabil dengan rasio kecukupan modal masih cukup tinggi dil evel 20,62 persen. "Ini menunjukkan besarnya ruang perbankan dan kemampuan mengatasi risiko yang besar. NPL pun 2,6 persen. Secara nominal tentu alami peningkatan dan risiko perbankan juga membaik,".

Sedangkan dari sektor non bank atau Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang nilai portofolio mengalami penurunan, karena pasar turun. Sehingga risiko investasi sedikit alami tekanan, tapi overall masih jauh dari batas minimum.

Untuk di sektor pasar modal, Muliaman menjelaskan, kinerja IHSG saat ini masih minus 13,8 persen secara year to date. Namun menunjukkan basis yang kuat dengan mencapai 4.708 di akhir September lalu dan 4.500 pada akhir bulan dari yang mencapai titik terendahnya 4.100. Lanjut Muliaman mengungkapkan, kondisi perekonomian global saat ini bergerak balance dan dinamis, akibat pengaruh ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan China "Ekonomi AS masih melambat, di Eropa pergerakan terbatas, kalau China dihadapkan ekonomi global dan domestik serta tekanan pemerintahnya yang kuat. Di Jepang juga ada tekanan inflasi,". perekonomian di AS, Eropa dan Asia terus membayangi perekonomian global. Bahkan, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) merevisi pertumbuhan global pada tahun ini dari 3,1 persen menjadi 2,9 seiring perlambatan ekonomi dunia.
Kendati demikian, di tengah kondisi perlambatan perekonomian global, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif. Tercatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015 sebesar 4,73 persen, lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I maupun II-2015. "Indikator lainnya juga, inflasi yang rendah dan surplusnya neraca perdagangan. Tapi kita waspadai tingkat pengangguran sebesar 6,18 persen," 

Dan berikut adalah mengenai apa itu Federal Fund Rate :

Definisi: Federal Funds Rate (FFR) adalah suku bunga interbank di Federal Reserve System.

Deskripsi: FFR diputuskan oleh Federal Open Market Committee (FOMC). Meskipun hasil dari instrumen keuangan ditentukan oleh kekuatan pasar, suku bunga dapat memberikan wawasan tentang arah pasar. Korelasi antara hasil FFR dan hasil bunga obligasi sangat tinggi karena kenaikan suku bunga cenderung menyebabkan laju arus modal keluar dari pasar saham ke pasar obligasi.

Pengaruh: Suku bunga tinggi menyebabkan penurunan kredit dan memicu kenaikan simpanan di bank yang akan berakibat melambatnya pertumbuhan ekonomi. Kenaikan di dalam FFR dapat menyebabkan peningkatan dalam arus modal yang masuk ke AS dan mendorong nilai dolar pada jangka menengah. Walaupun demikian, jika kenaikan bunga tidak disertai dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat, ini dapat mengakibatkan stagnasi ekonomi dan memiliki dampak negatif pada nilai dolar dalam jangka panjang.

Dampak Pasar: Tinggi.
Sumber : 
 
alpari-forex.com, "Indikator Makro-ekonomi"
http://economy.okezone.com/read/2015/11/19/20/1252132/indonesia-bakal-terus-dibayangi-fed-fund-rate
Federal Reserve.



Manfaat dan tujuan manajemen


Manajemen 
 
 adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.

Manfaat Manajemen  
 
Adapun manfaat kita mempelajari dan memahami manajemen dapat diketahui dari uraian di bawah ini:  
  • Membantu kita membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, rasional pada pilihan strategis.
  • Merupakan sebuah proses bukan keputusan atau dokumen. Tujuan utama dari proses adalah mencapai pengertian dan komitmen dari apa yang kita rencanakan.
  • Proses yang kita laksanakan menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan adalah tindakan memperkuat pengertian diri sendiri mengenai efektivitas dengan mendorong dan menghargai usaha kita untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan latihan inisiatif serta imajinasi.
  • Meningkatkan kesadaran kita akan ancaman eksternal sehingga kita akan terbiasa mempersiapkan rencana lain atas kejadian yang tidak diinginkan dari factor luar.
  • Kita dapat mengetahui dengan  lebih baik mengenai strategi pesaing sehingga kita akan lebih mudah menghadapinya.
  •  Berkurangnya penolakan kita terhadap perubahan karena kita telah mempersiapkan rencana atas perubahan tersebut.
  • Memungkinkan kita untuk identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi peluang yang terbaik atas permasalahan dan pilihan keputusan.
  • Kita dapat merepresentasikan kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih baik yang dapat mengatur rencana kegiatan kita.
  •  Memungkinkan alokasi sumber daya dan waktu yang lebih sedikit  bagi kita untuk mengoreksi keputusan yang salah atau tidak terencana.
  • Menciptakan kerangka kerja  komunikasi internal dengan orang lain.
  •  Membantu mengintegrasikan perilaku individu kita kedalam kelompok atau golongan.
  • Mendorong pemikiran ke masa depan, sebab dengan mempelajari manajemen kita telah belajar menganalisa rencana.
  • Menjadikan kita kooperatif, terintegrasi, dan antusias untuk menghadapi masalah dan peluang.
  • Mendorong terciptanya sikap positif akan perubahan dalam diri kita
  • Memberikan tingkat kedisiplinan dan formalitas kepada manajemen kegiatan kita.

Tujuan  mempelajari Manajemen     
  •  Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang kita pilih secara efektif dan efisien
  • Mengevaluasi kinerja, meninjau, dan mengkaji ulang situasi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam pelaksanaan strategi.
  • Senantiasa memperbaharui strategi yang kita rumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal.
  • Senantiasa meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman peluang yang ada
  • Senantiasa melakukan inovasi atas kegiatan sehingga kita hidup kita lebih teratur.

Kesimpulan
 
Adapun kesimpulan yang kita dapat ambil dari memepelajari manajemen adalah sebagai berikut:
  • Menyadarkan pada kita bahwa manusia mempunyai kemampuan yang sangat terbatas sehingga kita perlu membuat rencana untuk mengatasi ketidakmapuan itu dengan menggunakan sumber daya yang ada disekeliling kita.
  • Dari rencana-rencana yang kita buat maka kita dituntut untuk disiplin, dan ulet menjalankannya  serta  berinovasi membuat rencana-rencana cadangan yang membuat daya analisis dan imajinasi kita bertambah tajam.
  • Rencana yang kita buat tentu tidak bisa kita jalankan dengan sendiri tetapi perlu dukungan dari pihak eksternal sehingga menuntut kita untuk menguasai ketrampilan berkomunikasi  dengan orang lain
  • Mempersiapkan diri kita atas perubahan-perubahan yang mungkin akan kita hadapi, kita telah mampu memprediksi dan memperkirakan sebelumnya atas rencana yang kita buat sabelumnya, sebab dalam rencana yang kita buat kita telah menyiapkan rencana cadangan atas setiap perubahan dan kendala.
  • Dengan manajemen membuat hidup kita lebih teratur dalam menjalankan kehidupan sehari-hari baik itu manajemen waktu, manajemen keuangan dan manajemen-manajemen lainnya.
sumber : 

http://bintangkecil44.blogspot.co.id/

Kamis, 29 Oktober 2015

Turunnya peringkat Daya Saing Indonesia

Negara Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat masih menjadi menyandang predikat tiga besar negara paling berdaya saing di dunia pada tahun 2015. Sementara Indonesia menduduki posisi ke 37, atau turun dibandingkan tahun lalu. The Global Competitiveness Report 2015-2016 yang dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia (WEF) melaporkan belum lama ini.

Laporan yang dilakukan terhadap 140 negara ini disusun berdasarkan 113 indikator yang memengaruhi produktivitas suatu negara. Indikator tersebut antara lain infrastruktur, inovasi, dan lingkungan makroekonomi. Berdasarkan laporan ini, Indonesia berada di posisi 37 dengan nilai 4,52. Posisi ini turun tiga peringkat dibandingkan tahun lalu. Dibandingkan dengan negara-negara jiran, Indonesia masih kalah dengan Singapura, Malaysia yang berada di posisi 18, dan Thailand (32). Sementara negara ASEAN lainnya seperti Filipina berada di posisi 47 dan Vietnam berada di peringkat 56.

Adapun sepuluh negara dengan daya saing paling tinggi di dunia: Swiss, Singapura, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Jepang, Hongkong, Finlandia, Swedia, Inggris. Sedangkan Malaysia menduduki peringkat ke-18, Thailand (32), Indonesia (37), Filipina (47) dan Vietnam (56). Meski demikian, peringkat Indonesia dalam survei kemudahaan berusaha atau ease of doing business (EODB) mengalami kenaikan 11 tingkat dari sebelumnya pada posisi 120 menjadi 109. Survei tersebut dilakukan oleh World Bank Group terhadap 189 negara. Indonesia tercatat sebagai negara yang konsisten melakukan reformasi EODB sejak 2007 sehingga masuk dalam 24 negara teratas yang melakukan reformasi di tiga indikator atau lebih dari 10 indikator yang dinilai.

"Ranking kita membaik menjadi peringkat 109, artinya ada peningkatan 11 peringkat. Setelah kita baca secara cepat, Indonesia termasuk dalam grup 24 performance countries," kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Hutapea kepada pers di Jakarta, kemarin. Contohnya perbaikan layanan yang dilakukan PTSP DKI Jakarta dan Kota Surabaya yang dilakukan setelah periode perhitungan, ini belum masuk dalam hitungan sehingga tidak ikut masuk dampaknya dalam survey.

BKPM mencatat, setidaknya ada dua indikator yang telah dilakukan Pemerintah namun belum dimasukkan dalam penilaian oleh World Bank dalam EODB 2016 yakni indikator memulai usaha dan penegakan kontrak. Salah satu yang telah dilakukan yakni terkait pemesanan nama yang bisa dilakukan semua orang tanpa harus menggunakan notaris. Namun, karena belum tersosialisasi secara meluas, maka belum banyak pengusaha yang tahu akan hal tersebut, termasuk oleh responden EODB.

Secara terpisah, Riset terbaru dari Grant Thornton International Business Report (IBR), sebuah survei yang dilakukan kepada lebih dari 2.500 pemimpin bisnis di 36 negara, mengungkapkan sejauh mana penularan akibat perlambatan ekonomi global menyebar ke bisnis di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Menurut keterangan tertulis IBR, optimisme bisnis di Indonesia turun 24% ke angka 36% di kuartal III-2015. Penurunan tertinggi adalah pada ekspektasi pendapatan (turun dari 65% menjadi 46%), dan ekspor (turun 7% ke minus 2%). Selain itu, penurunan juga terjadi di investasi pada pabrik dan mesin-mesin (turun dari 25% ke 20%) dan harga penjualan (turun dari 50% ke 46%). Hanya ekspektasi lapangan kerja yang menunjukkan optimisme dengan kenaikan 14% ke 54%, dari angka 40% di kuartal II-2015.

Sementara itu, Singapura tetap merupakan tempat paling mudah untuk melakukan usaha, sementara negara-negara berkembang meningkatkan kecepatan reformasi mereka yang ramah bisnis pada tahun lalu, menurut laporan Bank Dunia yang dipublikasikan pekan ini. Singapura, negara kota Asia yang dinamis, menempati peringkat teratas ramah bisnis tahun lalu dalam laporan "Doing Business 2016": Mengukur Kualitas dan Efisiensi Peraturan, yang mencakup 189 negara.

Hampir tidak ada perubahan dalam laporan 10 negara teratas, menurut data disesuaikan yang menggunakan kriteria tahun ini untuk peringkat 2015 dan 2016."Sebuah ekonomi modern tidak dapat berfungsi tanpa regulasi dan, pada saat yang sama, itu dapat menjadi terhenti karena peraturan yang buruk dan rumit," kata Kaushik Basu, kepala ekonom Bank Dunia seperti dikutip Antara.

"Tantangan pembangunan adalah menapak jalan sempit ini dengan mengidentifikasi peraturan yang baik dan diperlukan, dan menghindari sesuatu yang menghalangi kreativitas dan menghambat fungsi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. " Dengan menyurvei dan memeringkat ekonomi-ekonomi, pemberi pinjaman pembangunan 188-negara berharap bahwa "buku rapor"-nya akan mendorong regulasi yang memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi rakyat.

Kemajuan cenderung menurun di antara lima kekuatan "emerging-market" atau negara berkembang pesat yang dikenal sebagai BRICS: Brazil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan. Tiongkok, ekonomi terbesar kedua di dunia, turun satu tingkat ke posisi 84. Brazil jatuh ke posisi 116 dari 111 dan Afrika Selatan turun empat tingkat ke peringkat 73. India maju ke peringkat 130 dari 134 tahun lalu. Dana Moneter Internasional mengatakan dalam sebuah laporan awal pada Oktober bahwa India telah siap untuk pertumbuhan tercepat diantara negara emerging-market tahun ini, pada 7,3 persen, sebagian berkat reformasi kebijakan.

Negara-negara berkembang memacu reformasi Dari 189 negara yang disurvei hingga 1 Juni, Bank Dunia menemukan perbaikan dalam kerangka regulasi di 122 dari mereka. Di antara negara-negara berkembang, 85 melaksanakan 169 reformasi selama tahun lalu tahun, dibandingkan dengan 154 reformasi tahun sebelumnya. Menambahkan 62 reformasi yang dilakukan oleh negara-negara berpenghasilan tinggi, total 231 reformasi dilaksanakan, kata laporan itu. Sub-Sahara Afrika menyumbang sekitar 30 persen dari reformasi, diikuti oleh Eropa dan Asia Tengah.

Sumber :  

ekbis.sindonews.com

Pertumbuhan perekonomian Indonesia stabil di perekonomian Dunia

Pertumbuhan perekonomian Indonesia antara negara maju dan berkembang lainnya. Tidak bisa disangkal bahwasanya waktu ini perkembangan perekonomian Indonesia adalah satu diantara perekonomian yang tetap stabil diantara negara maju serta berkembang yang lain. Di masa globalisasi serta krisis dunia yang tengah menempa dunia Eropa, Indonesia tetap dapat tenang karenanya ada stabilitas yang bisa mensupport perkembangan ekonomi Indonesia hingga satu tahun lebih yang akan datang. Stabilitas yang meningkat seputar 6, 3% di tahun ini jadi harapan serta pandangan positif untuk banyak pihak dalam memastikan perkembangan ekonomi di Indonesia setelah itu yang menunjukkan bahwasanya perekonomian di Indonesia benar-benar terbaik karenanya ada support dari banyak usaha makro yang mensupport.


Dalam hal semacam ini, kelihatannya ekspor kurang dapat mensupport perkembangan perekonomian di Indonesia mengingat bahwasanya kemampuan ekspor impor malah alami penuruan pada perkembangan perekonomian Indonesia 2014 disebabkan ekonomi yang melambat di negara maksud ekspor. Pemerintah sendiri berencana tidak untuk menaikkan pengeksporan barang untuk th. ini dalam mengantisipasi kelambatan ekonomi. Seperti yang kita kenali bahwasanya banyak korupsi yang berlangsung tidak cuma di Indonesia namun didunia bikin system ekonomi serta pertumbuhannya makin semrawut. Mengakibatkan berlangsung krisis besar-besaran yang dihadapi oleh dunia Eropa serta Amerika. Oleh karenanya, Indonesia waktu ini lebih mengutamakan konsumsi rumah tangga yang mulai meningkat sebesar 2, 3% di banding pada mulanya.


Ada perkembangan perekonomian Indonesia yang selalu stabil ditengah-tengah krisis global serta persoalan ekonomi dunia lain bikin banyak pihak di negara Indonesia terasa untung. Banyak efek positif yang bisa di ambil dari ada stabilitas itu. Satu diantaranya yaitu efek positif untuk perbankan di Indonesia. Efek positif itu yaitu dorongan saham bidang perbankan dalam pembukuan positif di bagian pekerjaan dengan saham yang bakal berikan nilai yang makin positif.


Sebagian pihak menyampaikan bahwasanya saham bidang perbankan serta perkembangan keuangan perekonomian Indonesia yang terdaftar pada pasar modal di Indonesia yang cukup postif hingga mencerminkan IHSG yang positif. Terdapat banyak pihak juga memberikan bahwasanya prospek industri dalam perbankan yang ada di negara Indonesia bakal makin membaik sesudah Bank Indonesia sendiri mebuat gagasan perihal keharusan cabang perbankan asing atau perseroan terbatas yang mempunyai tubuh hukum yang ada di Indonesia dalam mensupport perkembangan perekonomian Indonesia.


Adapun pendapatan operasional non bunga yang bisa ditingkatkan oleh pemerintah untuk mendorong tercapainya pendapatan dari segi lain untuk menjaga perkembangan laba yang bersih untuk terus memiliki saham yang selalu naik serta berkembang di pasar modal hingga bisa menambah pendapatan negara. Diprediksikan usaha perbankan itu bisa tumbuh serta berkembang tidak cuma di tahun ini, namun juga tumbuh ditahun selanjutnya. Seperti yang kita ketahui bahwasanya perkembangan perekonomian Indonesia di tahun ini bisa meningkat 14%.




Sumber : 

www.wartaekonomi.com